Di Puncak Mountain Kejora Ventures: Perjalanan Karier Sebastian Togelang

Oleh Steffi Teowira, 7 years ago
Apa karakter yang Anda cari dari bawahan Anda?
Mereka harus lebih baik dari saya, baik partner saya mau pun pegawai saya perlu memiliki set skill yang berbeda dari yang saya miliki agar bisa compliment each other. Menurut saya, terlebih untuk entrepreneurs, mereka harus memiliki passion, spirit dan bahkan mereka rela untuk mati demi perusahaan.

Lantas, apa yang menjadi dealbreaker untuk Anda ketika mencari pegawai?
Jika mereka tidak passionate dan mereka tidak menyukai apa yang mereka lakukan, saya rasa...it won't work.

Dalam mengambil keputusan, apakah Anda menganggap diri Anda sebagai seorang risk taker?
Pekerjaan saya sebagai seorang venture capitalist sehari-hari adalah untuk take risk, tapi lucunya, saya tidak merasa diri saya adalah seorang risk taker. Saya sudah pernah berinvestasi di startup selama 15 tahun, jadi saya kira-kira bisa memprediksi bila sebuah startup akan sukses. Menurut saya, itu bukan sebuah risiko besar jika dibanding bermain saham atau lotre; setidaknya saya punya kontrol terhadap perusahaan yang saya investasi dan mungkin membantunya untuk sukses.

Risiko terbesar apa yang pernah Anda ambil sepanjang perjalanan karier Anda?
Saat saya masih di Jerman, saya menjual tiga perusahaan saya, IT outsourcing, job portal, dan performance marketing agency, dan memutuskan untuk pindah ke Indonesia karena saya melihat ada peluang besar di Indonesia.

Apakah Anda pernah melakukan satu kesalahan besar tidak terlupakan yang kemudian menjadi pelajaran yang Anda ingat sepanjang perjalanan karier Anda?
Jika saya bisa memutar kembali waktu, saya akan membangun sebuah internet scalable startup lebih awal dari tahun 2000-an dan saya akan langsung mencari partner yang kuat. Saat itu saya mencoba melakukan semuanya sendiri: saya tidak memiliki mentor dan saya hanya belajar sambil melakukan semuanya sendiri. Jika saat itu saya punya seorang mentor, mungkin saya bisa berkembang lebih cepat lagi.

Di sisi lain, apa achievement yang paling Anda banggakan?
Pindah kembali ke Indonesia, mungkin. Saya melihat Indonesia sebagai satu lahan yang subur untuk melakukan banyak hal, jadi ketika saya kembali ke Indonesia, saya punya beberapa pilihan: Apakah saya mulai dengan satu perusahaan atau beberapa sekaligus. Saya ingin melakukan banyak hal, multitasking, membangun banyak hal, mengambil lebih banyak bagian dari lahan yang subur ini. 
Saya seorang connector; I connect the dots. Saya mudah bosan dan tidak cocok melakukan satu pekerjaan yang sama setiap hari. Saya bisa, tapi saya tidak akan menikmatinya. Saya tidak sesuai dengan lingkungan korporat. Saya lebih menyukai lingkungan yang dinamis, fast growing, semua lingkungan startup. Saya lebih menikmati lingkungan seperti itu.

Apakah Anda merasa sudah mencapai semua yang ingin Anda capai sejauh ini?
Ini masih beginning. Saya merasa dasarnya sudah ada, kami sudah membangun foundation untuk Indonesia dan Asia tenggara, tapi masih banyak lagi kerja keras yang perlu kami lakukan.

STAR LEADERS LAINNYA:
Syahreza Syahrial, Head of Global Contact Center Service Garuda Indonesia
Henry Manampiring, Head of Strategy Leo Burnett
Rudy Dalimunthe, Head of Customer Experience Management Indosat
Natasha Lam, Digital Marketing Director Glow Music

Lihat Juga: Bocoran Gaji Direktur di Beberapa Perusahaan di Indonesia


Sebelumnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami