Dampak Positif dan Negatif Gonta Ganti Kerjaan

Oleh Eka Utami, 6 years ago

Fenomena “kutu loncat” dalam dunia kerja selalu mengundang pendapat pro dan kontra. Orangtua kita yang lahir pada tahun1950 hingga 1960-an menyarankan agar anak-anaknya setia pada satu pekerjaan dan perusahaan sepanjang karir. Namun, kebanyakan generasi milenial yang selalu haus akan tantangan tak bisa menemukan kepuasan dengan bekerja di satu tempat saja.

Pendapat generasi baby boomer cukup beralasan. Sebab, perusahaan akan menghitung berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk merekrut seorang pegawai. Mereka tidak mau ambil risiko dengan menerima seorang pekerja yang punya kebiasaan berpindah-pindah. Namun, menurut survei yang dilansir hbr.org, kini pemegang kendali cenderung beralih pada calon karyawan.

Pada akhirnya, banyak perusahaan yang mencoba “berdamai” dengan keadaan. Mereka bersedia membuka pintu untuk pegawai terbaik yang ingin kembali setelah bertualang di tempat kerja lain.

Apakah Anda termasuk orang yang setia dengan perusahaan atau selalu ingin mencari tantangan baru dan mengerjakan tugas yang benar-benar berbeda di perusahaan lain? Jika Anda memutuskan untuk menjadi “kutu loncat” sejak awal, pertimbangkan dulu hal-hal yang mungkin terjadi pada perjalanan karier. Berikut dampak positif gonta-ganti pekerjaan seperti yang dikutip dari situs themuse.com.

1. Pengalaman kerja

Setiap kali berpindah pekerjaan dan perusahaan, Anda akan mendapat pengalaman kerja baru. Hal ini merupakan modal yang bagus untuk melamar kerja ke tempat berikutnya. Dengan catatan keberhasilan proyek, beragam keahlian serta rekomendasi dari bos di perusahaan sebelumnya, bisa jadi Anda akan mendapat kepercayaan lebih besar dari atasan untuk bertanggungjawab pada sebuah pekerjaan.

2. Jaringan luas

Bekerja di banyak perusahaan, membuat Anda mengenal banyak orang. Anda harus  menjaga hubungan baik dengan rekan sejawat dan atasan di perusahaan sebelumnya. Mereka bisa “penolong” dalam karier Anda berikutnya. Tawaran pekerjaan bagus akan datang dari orang-orang yang ada pada jaringan Anda. Mereka akan memberi testimoni tentang betapa bagusnya kinerja Anda.

3. Exposure

Melakoni banyak jenis pekerjaan akan membuat Anda memahami cara kerja berbagai jenis bisnis dan sektor industri. Anda juga tahu bagaimana berbagai sektor jasa dan industri saling mendukung. Hal ini akan membuat keterampilan Anda semakin berkembang.

4. Kesempatan promosi

Salah satu alasan seseorang berpindah kerja adalah karir yang mandek. Anda mungkin sudah bosan menunggu kesempatan mendapatkan promosi dari atasan. Maka Anda akan memilih tawaran dari perusahaan lain dengan jabatan lebih tinggi, titel yang mentereng dan tentunya gaji yang lebih besar.

5. Peningkatan pendapatan

Survei membuktikan bahwa seseorang yang berpindah tempat kerja mendapat kenaikan gaji sekitar 10-20%. Besaran peningkatan pendapatan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kenaikan gaji di satu perusahaan. Menurut themuse.com, pada 2015 pertambahan pendapatan pegawai pada 2015 hanya 3%.

DAMPAK NEGATIF
Namun, pendapat orangtua kita tentang loyalitas pada pekerjaan dan  perusahaan ada benarnya juga. Jika Anda sering gonta-ganti pekerjaan bisa jadi akanberdampak buruk pada karier. Berikut risiko yang harus dihadapi seorang “kutu loncat” seperti dikutip dari themuse.com.

Isu loyalitas

Perusahaan akan selalu menghitung untung-rugi saat memutuskan nasib seorang “kutu loncat” seperti Anda. Beberapa perusahaan tidak mau mengambil risiko untuk mempekerjakan orang yang mungkin akan resign dalam satu atau dua tahun.

“Keamanan kerja”

Jika perusahaan harus memangkas jumlah karyawan, maka Anda akan menjadi salah satu orang yang diberhentikan lebih awal. Sebab, perusahaan melihat track record Anda yang begitu tidak setia.

 Karir mandek

Mungkin Anda mendapat kedudukan lebih baik di perusahaan yang baru. Namun, kesempatan untuk mendapat promosi berikutnya di perusahaan baru mungkin tidak akan datang pada Anda dalam waktu dekat. Perusahaan akan lebih memilih menaikkan jabatan pegawai yang loyal. Sebab, atasan lebih mengenal karakteristik dan mencatat prestasi pegawai yang sudah bekerja lebih dari lima tahun.

Memutus jaringan

Terkadang orang yang berpindah kerja, terutama ke perusahaan pesaing, bisa dianggap sebagai pengkhianat. Jika sering berganti pekerjaan, maka akan memutus kontak dengan mantan atasan yang tahu tentang kinerja Anda. Padahal, seharusnya mereka bisa memberi referensi untuk Anda.

Isu kepercayaan

Perusahaan mungkin masih mentolerir kebiasaan berganti pekerjaan anak-anak muda. Mereka dianggap sebagai jiwa yang labil, yang belum bisa menentukan passion sebenarnya. Jika Anda sudah berusia 30-35 tahun ke atas dan masih suka gonta-ganti pekerjaan, maka perusahaan akan menganggap Anda sebagai orang yang sulit berkomitmen.

Apakah Anda sudah bisa menentukan untuk menjadi setia atau “kutu loncat”? Atau, jangan-jangan saat ini Anda adalah seorang yang selalu berpindah kerja. Apakah Anda berniat berhenti atau meneruskan “kebiasaan”ini? Apapun keputusannya, Anda harus melakukannya dengan benar, jangan sampai  pilihan yang Anda jalani merusak karier. –Qerja.com


Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami