Jatuh Bangun Perjalanan Karier Daniel Tumiwa

Oleh Amalia Aininnur, 6 years ago
Daniel Tumiwa, nama yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia mengingat sepak terjangnya di berbagai industri mulai dari media hingga digital entrepreneur. Kesuksesan Daniel juga terlihat dari keberhasilannya sebagai CEO OLX Indonesia dalam membawa OLX menjadi salah satu platform jual beli terbesar di Indonesia.
 
Pada kuartal pertama 2016, jumlah pengguna aktif olx.co.id naik menjadi 20 juta orang per bulan dan jumlah penjual naik menjadi lebih dari 900 ribu orang per bulan. Selain peningkatan pengguna dan penjual, jumlah iklan yang terpasang di OLX.co.id pun mengalami kenaikan cukup besar yaitu 20 persen menjadi 4,8 juta iklan per bulannya.

Kesuksesan Daniel menjadi CEO OLX di Indonesia bukanlah suatu hal yang mudah. Dibutuhkan dedikasi yang tinggi dan semangat untuk terus belajar. Untuk Qerja, pria enerjik yang pernah menjabat sebagai Vice President di Garuda Indonesia ini berbagi cerita seputar perjalanan kariernya.
 
Berawal dari rasa peduli
Kesuksesan Daniel Tumiwa saat ini tentu tak lepas dari nilai-nilai dan pendidikan yang dia dapatkan sejak kecil. Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, kehidupan Daniel agak berbeda dengan anak kebanyakan. Hingga berumur 12 tahun, masa kecilnya dihabiskan di Laos, saat itu perang Vietnam sedang berlangsung. Orang tuanya adalah seorang pekerja sosial yang bertugas memberikan bantuan kepada pengungsi-pengungsi perang Vietnam. Melihat hal ini, pengalaman yang melekat di benak Daniel muda adalah harus peduli dan membantu orang banyak. Dan dengan sendirinya terbentuk cita-cita awal untuk menjadi diplomat.
 
Dari olahraga, kuliner hingga media
Orang tuanya kemudian pindah ke Bangkok, ke Hongkong kemudian ke Singapura. Saat tinggal di Singapura, Daniel pernah menjuarai kompetisi nasional bulu tangkis selama dua tahun berturut-turut, namun talentanya ini tidak dapat berlanjut karena setibanya di Indonesia latihannya terhenti. “Sampai di Indonesia, saya masuk ke salah satu sekolah paling susah, dan agak kurang mendukung untuk melanjutkan bulu tangkis," kata dia. Padahal, saat SMP kelas 1 dan 2 Daniel sempat latihan di PB Djarum.

Talenta Daniel tidak berhenti di bidang olahraga saja, namun juga merambah bidang kuliner. “Karena mungkin memang didikan orang tua, jadi sejak SMA setiap liburan sekolah saya kerja. Pekerjaan ini membuat saya tertarik untuk masuk culinary school, tapi ternyata pengalaman saya kurang untuk bisa diterima di sekolah kuliner. Akhirnya saya mengejar HI dan keterima di UNPAR," kata Daniel.

Sejak semester awalnya di Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial & Politik (Fisip), Universitas Parahyangan, Bandung, Daniel mulai menunjukkan ketertarikannya di dunia media. Hal inilah yang mendorongnya bekerja di radio. “Saat itu radio sangat “in” dan fleksibel. Selain itu radio membawa banyak sekali network” kata dia.
 
Daniel menekankan pentingnya memiliki banyak pengalaman dan relasi. “Saya lihat pada akhirnya ketika kamu lulus yang akan menentukan adalah koneksi dan network apa yang kamu miliki dibanding lulus cumlaude atau tidak," kata dia. 

Ada dua track yang bisa dijalani, menurut Daniel, menjadi super pintar hingga seseorang akan memperkerjakan kamu murni karena kamu super pandai, dan yang kedua adalah jadi generalis yang baik yaitu tahu sedikit tentang banyak hal. Benar saja, sepak terjangnya di dunia radio berbuah manis karena pada saat yang sama TV swasta dan perusahaan rekaman resmi mulai bermunculan. Daniel pun kemudian ditawari untuk bekerja di televisi dan dipercaya untuk menangani artis mancanegara yang datang untuk mempromosikan albumnya di Indonesia.

“Pada dasarnya saya terjun ke industri ini karena tertarik dengan teknologinya. Saat saya pilih radio, radio saat itu sangat ‘in’ dan fleksibel. Kemudian teknologi baru yang muncul adalah, satelit TV. Saat itu RCTI masuk dengan decorder, satelit, dan parabola. Saya tertarik dengan teknologi satellite parabola ini. Pada saat saya masuk di MTV juga saya belajar bagaimana konten dikemas dan di broadcast dengan sistem satu feed tapi ke seluruh Asia. Dan ketika saya di MTV munculah internet, dan saya sangat terpesona," kata dia.
Daniel setelah diwawancara Qerja di kantornya. Foto: Qerja

Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami