Jadilah Karyawan Yang Terlihat di Mata Atasan

Oleh Steffi Teowira, 7 years ago

Sederhananya, pokoknya kalau sudah jam kerja ya kerja, kalau masuk jam istirahat ya istirahat, jangan ditunda. Kalau sudah masuk jam pulang ya pulang.

Kadang ada beberapa teman yang berkata pada saya,

"Lu kerja rajin amat?".

Dan biasanya saya jawab,

"Aku nggak mau pulang telat."

Menurut saya inilah falsafah "Teng-Go" yang sesungguhnya, bekerja tepat waktu dan pulang tepat waktu.

Tips Keempat : Jangan sungkan bernegosiasi

Terkadang atasan meminta kita melakukan pekerjaan yang di luar job desc , atau memberikan pekerjaan ketika jam kerja sudah hampir berakhir.

Jika sudah begitu, apa yang sebaiknya dilakukan?

Menerima sambil bersungut-sungut atau menolak dengan tegas?

Ketika dihadapkan pada kondisi tersebut, saya tidak sungkan untuk melakukan negosiasi dengan atasan. Biasanya saya memasang wajah terkejut dan mengatakan pada atasan bahwa kebetulan saya sudah ada janji sepulang kerja (biasanya saya bilang sudah ada janji sekitar jam 7-8 malam).

Ini memang agak tricky tapi kita tidak salah, toh pekerjaan yang diberikan sebenarnya bukan job desc kita dan/atau pekerjaan tersebut diberikan ketika jam kerja sudah hampir berakhir.

Di sini akhirnya kita bisa melakukan tawar-menawar dengan atasan, misalnya target pekerjaan yang tidak seluruhnya harus selesai, atau keringanan supaya esok hari bisa datang agak terlambat, dll tergantung kondisi.

Dan mentok-mentoknya, biasanya atasan akan berkata,

"Ya sudah, terserah kamu saja.  Pokoknya besok pagi kerjaan ini sudah harus selesai."

Satu yang harus dicatat,

Saya tidak pernah menolak pekerjaan dari atasan dan saya tidak pernah meminta kompensasi berupa uang atau fasilitas.

Untuk pekerjaan di luar job desc, biasanya saya mengatakan bisa melakukannya tapi mungkin hasilnya tidak sebagus mereka yang profesional di bidangnya.  Ini merupakan cara "halus" saya agar atasan berpikir untuk mengalihkan pekerjaan tersebut kepada ahlinya atau tetap memberikannya pada saya dengan resiko hasil yang didapat bisa-bisa tidak sesuai harapan.

Dan sekadar catatan, trik ini hanya digunakan seperlunya saja supaya atasan tidak curiga...

Tips Kelima : Jangan segan bertanya pada atasan

Ini pengalaman saya ketika masih menjadi karyawan baru.  Waktu itu perusahaan menjanjikan setelah lewat masa percobaan selama tiga bulan, saya akan diangkat menjadi karyawan tetap.  Akan tetapi setelah bulan keempat, status saya belum berubah.

Meski para senior menyarankan untuk bersabar, saya memutuskan menghadap manajer departemen untuk menanyakan kejelasan status saya.  Dan akhirnya pada bulan kelima saya sudah mendapatkan status sebagai karyawan tetap.

Saya juga tak segan mengkonfirmasi pada atasan apabila ada rekan dari departemen lain yang membawa-bawa nama beliau ketika meminta saya melakukan pekerjaan yang tak tercatat di schedule.  Karena itu rekan-rekan dari departemen lain tahu untuk tidak mencoba membohongi saya dengan membawa nama atasan, karena pasti saya konfirmasi.

Semua tips tersebut pada akhirnya membuat saya dikenal oleh atasan, bahkan saat saya memutuskan keluar dari perusahaan yang sudah 13 tahun saya bekerja di dalamnya, manajer divisi yang level hirarkinya 4 tingkat di atas saya menyalami saya dengan erat, hangat, dan cukup lama, bahkan sampai menepuk pundak saya.

Dan meski saya tergolong karyawan dengan masa kerja termuda di departemennya, saya tahu bahwa level gaji dan fasilitas yang saya terima sudah setara dengan penyelia (supervisor).

Selamat mencoba!

Tips bermanfaat lain di blog Ryan Mintaraga dan portofolio video inspiratif Ryan Mintaraga


Sebelumnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami