Direktur Yang Nekat Pindah Jadi Instruktur Yoga: Perjalanan Karir Dian Sönnerstedt

Oleh Steffi Teowira, 7 years ago

Kapan Anda mulai tertarik jadi instruktur yoga dan apa alasannya?

Sejujurnya saya sendiri tidak pernah merencanakan untuk menjadi instruktur yoga, karena saya hanya mengambil program Teacher Training 200 Hours setelah empat tahun berlatih dengan tujuan ingin memperdalam pelatihan yoga saya pribadi dan untuk mempelajari lebih dalam tentang pranayama, sebuah teknik bernafas, serta bermacam-macam jenis yoga.

Setelah mengikuti training, banyak teman yang kemudian meminta saya untuk mengajari mereka yoga dan ternyata saya menikmatinya. Saat itu saya lakukan sambil lalu setelah jam kantor, sembari saya terus mengikuti beragam workshop, retreat dan training jenis-jenis yoga lain, seperti acroyoga, prenatal yoga, yin yoga, dan lainnya.

Setelah beberapa kali mengajar, saya menikmatinya karena saya membagikan ilmu dan mengajak teman serta orang lain untuk hidup lebih sehat. Hal ini memberi kepuasan tersendiri pada diri saya. di awal 2015 saya berpikir untuk mencoba lebih serius menjadi instruktur yoga dan mencanangkan waktu uji coba untuk diri saya selama 12 bulan.

Meninggalkan karier di korporat, terutama dalam posisi direktur, untuk menjadi full time yoga instructor adalah sesuatu yang sanga berisiko. Apa yang membuat Anda 'nekat'?

Sebelum saya 'nekat' jadi instruktur yoga, saya terlebih dulu mengubah jalur karir saya dari full time corporation employee menjadi marketing consultant dan bergabung di perusahaan suami saya, Bayon Management. Jadi saya tetap bekerja di bidang yang terkait dengan marketing dengan waktu kerja lebih fleksibel dan pendapatan dari consulting project. Jadi bisa dibilang saya mendapatkan dua keuntungan menjadi consultant, yaitu fleksibilitas waktu dan pendapatan yang kemudian mendukung 'kenekatan' saya untuk lebih yakin mengubah jalur karir menjadi instruktur yoga.

Bagaimana Anda mengatasi keuangan, yang awalnya Anda mendapat gaji bulanan dan sekarang fluktuatif tergantung job order?

Selain yang saya sebutkan di atas, menjadi konsultan membantu mendukung perubahan hidup. Saya juga mengubah pola hidup saya dengan mengurangi belanja konsumtif seperti baju, make up, sepatu dan lebih banyak menggunakan pendapatan saya untuk training yang nantinya akan mendukung karier yoga saya. Saya juga mengatur perencanaan tabungan saya dan mengatur pengaturan saya setiap bulan.

Apakah Anda merindukan kehidupan kantoran?

Yang saya rindukan dari office life adalah teamwork, friendship, and the sense of achieving something together with the team, tapi saya senang saya tidak perlu lagi bekerja berjam-jam dan stress karena tuntutan pekerjaan. 

Tantangan bekerja independen adalah pengaturan waktu, karena tidak ada tenggat waktu dan atasan yang menagih pekerjaan. Apakah Anda memiliki sistem khusus untuk mengatasinya?

Saya adalah orang yang sangat peduli dengan detil. Tidak hanya di dunia yoga saja, tapi di semua pekerjaan, wajib hukumnya untuk mengikuti sistem atau pun membuat sistem. Saya bahkan punya detil jadwal harian tertulis dan juga catatan penghasilan dan pengeluaran, sampai ke daftar partisipan dari kelas yoga saya.

Buat saya, membuat sistem bagi diri saya sendiri itu sangat penting karena walau saya tidak punya atasan, saya punya klien pribadi, klien perusahaan, dan klien yoga studio, jadi wajib bagi saya untuk terus meningkatkan kinerja saya supaya jasa saya sebagai instruktur yoga bisa sesuai dengan ekspektasi klien-klien saya. 

Apa perubahan yang paling terasa dalam hidup Anda setelah Anda meninggalkan dunia kantor?

Saya bisa merencanakan jadwal saya, bisa memilih jenis pekerjaan yang ingin saya ambil, begitu pula dengan beban pekerjaan jika saya mau menargetkan pendapatan tertentu di bulan tersebut. Pada saat yang sama, saya terus membangun reputasi baik saya di bidang ini, sehingga bisa membangun network untuk meningkatkan opportunity mengajar yoga dan meningkatkan pendapatan. Tahun ini, saya fokus untuk meningkatkan reputasi dan performa saya dan beruntung usaha saya mulai membuahkan hasil dengan peningkatan permintaan jadwal mengajar baik dari yoga studio, private dan offices, serta meningkatnya pendapatan sepanjang tahun ini dibanding saat awal memulai karir.

Anda masih menjabat sebagai COO di Bayon. What do you do there?

Saya menjadi COO yang mengepalai project management dan sekaligus sebagai marketing consultant untuk klien yang butuh konsultasi terkait dengan marketing. Perusahaan ini milik suami saya dan saat ini memiliki beberapa klien yang membutuhkan strategi terkait dunia digital, baik GTM, marketing, sales, atau digital operation in general.

Apa achievement yang paling Anda banggakan?

Jika saya melihat kembali, saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan sebuah brand. Saya punya bermacam-macam pengalaman: how to be part of managing the brand from agency's point of view, how to build brand from scratch, how to launch a brand in a new market. Saya sangat bangga menjadi bagian dari Sony Ericsson, AHA, SLI009, Esia, Yahoo!, dan Guvera.

Apakah ada nasehat yang bisa Anda berikan pada orang-orang yang ingin keluar dari pekerjaan kantoran untuk mengejar passion mereka yang lain?

Menurut saya banyak cara untuk mengejar passion, terutama di masa-masa ini, di mana dunia e-commerce dan online shop sedang berkembang pesat. Setiap orang punya kesempatan untuk memulai mengenali passion mereka dan bisa melakukan uji coba seberapa jauh mereka menyukai passion mereka. Semua ini bisa dilakukan tanpa berhenti bekerja.

Bila memutuskan untuk memulai perubahan sambil bekerja full time, pastikan untuk tetap memegang integritas dan kode etik untuk tidak melakukannya di jam kerja serta tidak menjadi pesaing dari tempat bekerja. Pekerjaan full time harus tetap diutamakan.

Setelah benar-benar yakin kalau passion itu bisa melangkah lebih jauh dan supaya saat menghadapi kesulitan tidak mudah menyerah atau putus asa, kenali resiko dari merencanakan skala usaha, berapa besar investasi yang dibutuhkan, dana untuk men-support hidup saat membangun usaha baru. Yang terpenting adalah berapa lama kita menargetkan untuk uji coba menjalankan usaha atau perubahan haluan hidup, misal kita tetapkan setahun atau dua tahun, bahkan lima tahun untuk melihat perkembangan. Sebaiknya dari awal sudah siap dengan dana untuk menghidupi diri selama target waktu tersebut.

BACA JUGA:

Dari Finance ke Fashion, Perjalanan Karier Jun Mardi

Menyimak Karir Syahreza Syahrial di Garuda Indonesia

Tips Karir dari Rudy Dalimunthe Indosat


Sebelumnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami