Jun Mardi, CEO (X)S.M.L., Berbagi Tips Sukses di Industri Fashion

Oleh Steffi Teowira, 7 years ago

Jun Mardi, CEO dan pemilik (X)S.M.L. bicara industri fashion Indonesia dan berbagi kiat untuk menjadi sukses dan terus jadi yang terdepan di antara persaingan ketat.

Menurut Anda, apa yang dibutuhkan untuk bertahan dan sukses di industri fashion?

Jika bicara tentang fashion, semuanya jelas serba cepat. Untuk sukses di bidang ini, kamu harus fleksibel dan mampu berpegang teguh pada visi dan berharap semoga konsumen juga menangkap visimu.

Jika mereka tidak menangkap visi anda?

Itu dia, harus luwes dan menggantinya. Terlebih lagi, seorang yang bekerja di bidang fashion harus mampu memprediksi tren terbaru dan menyajikannya ke pelanggan.

Bagaimana menurut Anda industri fashion Indonesia telah tumbuh dan berkembang selama beberapa tahun belakangan?

Sekarang lingkungan industri sangat kompetitif dengan popularitas merek-merek internasional seperti Zara, H&M, dan lain-lain, jadi kami harus mampu membedakan diri dari brand-brand ini. Selain itu, sebagai brand lokal kami juga bersaing dengan brand lokal yang banyak bermunculan didukung kemajuan teknologi dan popularitas sosial media. Belakangan ini, semua orang bisa membuat fashion brand sendiri.

Bagaimana pandangan Anda tentang e-commerce?

Kita perlu e-commerce—it's inevitable. Tapi menurut saya industri fashion masih perlu punya brick and mortar stores untuk menampilkan produk dalam bentuk nyata, 3D, yang sekarang masih belum bisa dicapai oleh e-commerce. Selain itu, saya rasa brand image masih penting, salah satu caranya dengan mengemas tampilan toko. Jika bicara dari sisi itu, saya rasa toko masih unggul dari e-commerce

Sebagai seseorang yang bekerja di sisi bisnis industri fashion, apa pendapat Anda tentang fast fashion?

Baik lini luxury fashion atau designer wear, mereka yang bergerak di bidang fashion harus paham bahwa semuanya bergerak cepat, everything is fast. Sekarang ini pabrik kami belum bisa memproduksi dengan cepat, tapi kami berusaha mengejarnya karena kalau kami hanya menyajikan yang itu-itu saja, konsumen bisa bosan. Semua harus cepat, kalau tidak, kamu akan ketinggalan.

Menurut Anda, "Indonesian aesthetics" itu seperti apa?


Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami